HEADLINESIA.com, DEPOK, 04 JANUARI 2026 – Seorang pria muda bernasib nahas setelah menjadi korban dugaan penganiayaan berlebihan yang melibatkan oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) di Kota Depok. Korban berinisial WAT (24) meninggal dunia, sementara rekannya, DN (39), terluka berat setelah diduga dipukuli oleh Serda M dan seorang warga. Institusi TNI AL telah membenarkan keterlibatan oknum prajuritnya dan menyatakan pihaknya akan berproses secara transparan sesuai hukum militer yang berlaku.
Kronologi Insiden Bermula dari Dugaan Transaksi Ilegal
Berdasarkan penjelasan Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, insiden memilukan ini terjadi pada Jumat (2/1/2026) dini hari di Gang Swadaya Emas, Tapos, Depok. Awalnya, Serda M bersama seorang warga mencurigai adanya aktivitas transaksi ilegal di lingkungan tersebut. Kecurigaan itu mendorong keduanya untuk menghampiri WAT dan DN. Kontak fisik pun tak terelakkan. Tunggul mengakui bahwa tindakan yang dilakukan oknumnya tersebut “dilakukan secara berlebihan hingga berujung fatal.” Kedua korban kemudian dibawa ke rumah sakit, namun WAT gagal diselamatkan.
Korban Ditemukan dalam Mobil Box, Proses Hukum Berjalan
Sementara dari sisi kepolisian, laporan pertama diterima Polsek Cimanggis sekitar pukul 04.30 WIB pada hari yang sama. Aparat menemukan kedua korban dalam kondisi luka memar di sekujur tubuh mereka di dalam sebuah mobil box. Mereka segera dievakuasi ke RS Brimob Kelapa Dua. Sayangnya, WAT yang berprofesi sebagai buruh harian lepas, dinyatakan meninggal. DN, seorang tukang parkir, masih berjuang menjalani perawatan intensif. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengonfirmasi bahwa keluarga korban telah melapor dan penyidikan terus berlanjut. Di sisi lain, oknum pelaku Serda M telah diamankan oleh Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) dan sedang menjalani pemeriksaan intensif sesuai mekanisme hukum militer. Pihak TNI AL menegaskan komitmennya untuk tidak membela kesalahan anggota dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Tragedi di Depok ini kembali menyoroti pentingnya penegakan disiplin dan hukum terhadap semua pihak. Proses hukum ganda, baik secara militer maupun umum, kini menjadi perhatian publik untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban.

Comment