SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah
Home / Kabar Daerah / 26 Kilang Minyak di Seluruh Dunia Tutup. Indonesia Tak Gentar! Riau Temukan 724 juta barel

26 Kilang Minyak di Seluruh Dunia Tutup. Indonesia Tak Gentar! Riau Temukan 724 juta barel

Gubernur Riau Abdul Wahid. Dok. Humas Prov. Riau.
Gubernur Riau Abdul Wahid. Dok. Humas Prov. Riau.

Di tengah tekanan hebat yang memaksa 26 kilang minyak di seluruh dunia tutup, Pemerintah Indonesia justru bersikukuh melanjutkan pengembangan kilang dalam negeri. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan ketahanan energi nasional, mengingat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri yang terus meroket dan masih bergantung pada impor. Komitmen ini diperkuat dengan temuan cadangan minyak dan gas (migas) baru yang signifikan di Riau.


HEADLINESIA.com, JAKARTA, 13 SEPTEMBER 2025 – Gelombang penutupan kilang minyak global tidak menyurutkan langkah Indonesia untuk memperkuat ketahanan energinya. Pemerintah memastikan pengembangan kilang minyak di dalam negeri akan terus digenjot meski bisnis kilang secara global tertekan akibat kelebihan pasokan (oversupply) dan margin yang tipis.

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), oversupply minyak dunia saat ini mencapai sekitar 2 juta barel per hari. Kondisi ini memicu profitabilitas atau spread produk kilang, seperti gasoline, anjlok di bawah biaya operasi. Akibatnya, sebanyak 26 kilang di berbagai belahan dunia diprediksi tutup menjelang 2030.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa Indonesia justru harus menambah kapasitas kilang. “Indonesia masih perlu menambah kapasitas kilang minyak seiring masih terus meningkatnya konsumsi BBM dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Yuliot menjelaskan, penutupan kilang di negara maju didorong oleh transisi energi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) yang masif. China, misalnya, disebut telah melakukan shifting 50% penggunaan energi di sektor transportasinya ke baterai listrik. “SPBU BBM di China telah tutup lebih dari 60%,” tambahnya.

Aceh Dilanda Bencana, 13 Ribu Jiwa Mengungsi

Namun, kondisi Indonesia berbeda. Kebutuhan BBM nasional masih tinggi, mencapai 1,5 juta barel per hari, dan belum dapat dipenuhi seluruhnya oleh produksi kilang dalam negeri. “Kalau tidak tercukupi, berarti kita harus impor, tapi dalam neraca trade balance,” jelas Yuliot.

Untuk mengurangi ketergantungan impor, sejumlah proyek kilang digodok. Saat ini terdapat 18 proyek kilang modular dengan nilai investasi sekitar Rp160 triliun. Beberapa proyek strategis nasional (PSN) seperti Kilang Bontang, Tuban, serta RDMP Balongan dan Cilacap juga terus dipercepat.

Dukungan dan Tantangan Investasi

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyatakan komitmennya. Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan pihaknya tetap fokus pada pengembangan operasional dan inovasi produk. “KPI terus menjaga komitmen untuk mendukung ketahanan energi untuk Indonesia,” tegas Milla.

Di sisi lain, para ahli mengingatkan pentingnya daya tarik keekonomian. Ketua Komite Investasi Aspermigas, Moshe Rizal, menyatakan prospek bisnis kilang di Indonesia bisa menarik jika dikembangkan dengan tepat. “Keekonomian kilang di Indonesia enggak terlalu bagus… harus ada yang bisa ditawarkan sebagai tambahan, seperti petrokimia,” paparnya.

Banjir Sumbar: 22 Korban Jiwa 10 Hilang

Moshe juga menyoroti risiko cost over run atau pembengkakan biaya yang bisa membuat investasi menjadi rentan. Oleh karena itu, penting untuk mencari mitra untuk berbagi risiko.

Kilang adalah Keniscayaan bagi Indonesia

Founder ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, berpendapat bahwa menambah kapasitas kilang adalah sebuah keharusan. Bagi negara non-OECD seperti Indonesia, membangun kilang adalah bagian dari hilirisasi untuk ketahanan energi dan ekonomi. Hal ini akan mengurangi devisa untuk impor dan melepaskan Indonesia dari gejolak pasar migas global.

Pri menambahkan, sementara negara OECD mengurangi kapasitas kilang, negara non-OECD justru ekspansif. China dan India saja akan membangun 16 kilang baru hingga 2028. “Indonesia justru harus lebih ekspansif. Membangun kilang untuk Indonesia adalah positif dan memang kebutuhan,” pungkasnya.

Diperkuat Temuan Cadangan Migas Baru di Riau

Korban Tewas Bencana Sumut 34 Jiwa, 33 Dinyatakan Hilang

Kabar gembira datang dari Provinsi Riau. Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengonfirmasi temuan cadangan migas baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang diperkirakan mencapai 724 juta barel setara minyak (BOE).

“Iya sudah,” kata Gubri singkat. Ia menyambut gembira temuan yang menggunakan metode unconventional drilling ini dan berharap dapat membawa berkah bagi perekonomian Riau.

Temuan ini dilaporkan langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, kepada Komisi VI DPR RI. Selain itu, Simon juga melaporkan progres proyek kilang RDMP Balikpapan yang telah rampung lebih dari 90% dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan November 2025.

Dengan temuan cadangan baru dan percepatan pembangunan kilang, langkah Indonesia menuju ketahanan energi nasional semakin menemukan momentumnya di tengah turbulensi pasar energi global.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Headlinesia

01

KPK OTT Dinas PUPR Riau, Gubernur Abdul Wahid Dimintai Keterangan, Bukan Ditangkap!

02

Tenaga Ahli Gubernur Riau Beberkan Kejanggalan OTT KPK

03

OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

04

Gubernur Riau Abdul Wahid Justru Jadi Saksi Kunci Lapor Suap Rp250 Juta

05

OTT di Dinas PUPR-PKPP Riau, Alumni UIN Suska Bentuk TPF

06

Ancaman Serius PT PP Terhadap Dunia Pendidikan, Mahasiswa Unri Praktikum Menggunakan Drone di curigai dan di larang oleh Pihak PT PP

07

Mengurai Kewenangan Plh Gubernur Riau di Tengah Kontroversi Mutasi Jabatan

08

Keadilan di Tengah Badai Kekuasaan Menguji Integritas KPK di Bumi Lancang Kuning

New Headline










×
×