SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah
Home / Kabar Daerah / Kebakaran Gedung DPRD Makassar Berujung Tragedi, 4 Tewas dan 67 Mobil Dinas Hangus Dibakar Massa

Kebakaran Gedung DPRD Makassar Berujung Tragedi, 4 Tewas dan 67 Mobil Dinas Hangus Dibakar Massa

Foto: Gedung DPRD Makassar terbakar. (Dokumen detikSulsel)
Foto: Gedung DPRD Makassar terbakar. (Dokumen detikSulsel)

Tragedi maut menerjang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan dan pembakaran, menewaskan empat orang dan menghanguskan puluhan kendaraan dinas. Insiden berdarah ini dipicu oleh protes terhadap kenaikan tunjangan anggota dewan dan meninggalnya seorang pengemudi ojek online.


HEADLINESIA.com, MAKASSAR, 30 AGUSTUS 2025 – Suasana mencekam menyelimuti kompleks gedung wakil rakyat usai aksi massa yang berakhir tragedi berdarah, Jumat (29/8/2025) malam. Amukan massa yang membakar gedung tidak hanya menimbulkan kerugian materiil yang besar, tetapi juga merenggut nyawa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Muhammad Fadli Tahar, mengonfirmasi 67 unit kendaraan roda empat hangus dilalap si jago merah. “Saat ini, dari asesmen sementara, ada 67 (mobil hangus terbakar). Hampir semuanya mobil dinas, tapi ada beberapa juga mobil pribadi,” jelas Fadli seperti dilansir detikSulsel, Sabtu (30/8/2025). Sejumlah sepeda motor juga turut menjadi korban, meski jumlah pastinya masih dalam pendataan.

Namun, dampak paling menyayat adalah jatuhnya korban jiwa. Melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol DPRD Makassar, Syahril, teridentifikasi empat orang dinyatakan tewas dalam insiden mengerikan tersebut.

Dua korban, yakni anggota Satpol PP Budi dan Kasi Kesejahteraan Kecamatan Ujung Padang Syaiful Akbar, meninggal dunia usai memilih untuk melompat dari lantai tiga gedung demi menyelamatkan diri dari kobaran api. “Sempat dibawa ke Rumah Sakit Grestelina, tapi tidak tertolong,” ujar Syahril dikutip dari Tempo.

Rumah Aset MPR RI di Depan DPRD Jabar Dibakar Massa

Dua korban lainnya, staf protokol DPRD Muhammad Akbar Basri dan ajudan anggota dewan Syahrina, ditemukan tewas terjebak di dalam ruangan di lantai dua. “Satu perempuan meninggal karena terbakar. Laki-laki yang meninggal ini karena pergi mencari ajudan DPRD (perempuan). Tapi keduanya terjebak dan meninggal,” tutur Syahril pilu. Jenazah keempatnya telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Selain itu, dua korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif di RS Grestelina.

Insiden ini bermula dari unjuk rasa masyarakat dan mahasiswa yang memprotes dua hal: kenaikan tunjangan anggota DPRD dan meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob. Kemarahan massa kemudian berubah menjadi amuk dan berujung pada pembakaran gedung.

Yang memperparah situasi, pembakaran terjadi justru saat gedung sedang dipenuhi orang. Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin beserta sejumlah legislator sedang menggelar rapat paripurna. “Awalnya, orang yang di dalam gedung tidak menduga massa akan membakar gedung sehingga tetap melanjutkan aktivitas. Tapi massa tiba-tiba banyak dan membakar,” papar Syahril.

Meski sebagian besar peserta rapat, termasuk Wali Kota Appi dan Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq, berhasil dievakuasi melalui pintu belakang dengan selamat, beberapa orang terlambat menyelamatkan diri dan terjebak dalam laju api yang cepat. “Alhamdulillah kami semua selamat,” kata Anwar Faruq, mewakili para anggota dewan yang selamat.

Usai membakar gedung DPRD Kota Makassar, massa yang masih emosional dilaporkan bergerak menuju kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Aksi pembakaran pun kembali terjadi, merusak berkas-berkas dan perabot sebelum api merembet ke bagian lain gedung. Hingga berita ini diturunkan, situasi masih terus dipantau dan proses pendinginan serta investigasi penyebab pasti kebakaran masih dilakukan oleh pihak berwajib.

Gedung DPRD Solo Hangus Terbakar, Suasana Mencekam

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement