SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingkungan
Home / Lingkungan / FKKM Riau dan Kemenhut bangun Demplot di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

FKKM Riau dan Kemenhut bangun Demplot di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 27 AGUSTUS 2025 – Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) Wilayah Riau dengan dukungan Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) Kementerian Kehutanan dan ITTO membangun plot percontohan atau demplot di Kawasan cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit batu (GSKBB). Demikian disampaikan Hasan Supriyanto Sekretaris Wilayah FKKM Riau di Pekanbaru. Demplot yang dikembangkan adalah pengembangan lebah madu dan padi terapung di Desa Beringin Kec. Talang Muandau. Pengembangan padi ladang dan pengembangan rumah produksi di Desa Temiang Kec. Bandar Laksamana Kab. Bengkalis.

Pengembangan demplot ini dilakukan dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat disekitar kawasan sekaligus menjadi percontohan untuk dapat dikembangkan di lokasi atau desa yang berbeda. Selain itu dalam rangka pengembangan usaha kecil masyarakat dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Pengembangan demplot ini akan diiringi dengan bimbingan teknis (bimtek) dalam rangka peningkatan keterampilan praktis.

Saat ini daya dukung dari P2SEMH Kementerian Kehutanan dengan pembiayaan dari ITTO masih sebatas di 2 (dua) desa. Diharapkan kedepan dapat dikembangkan di desa lainnya, minimal di 15 desa yang sudah dilaksanakan kegiatan identifikasi potensi unggulan. Karena sebelumnya FKKM Wilayah Riau dan mitra dengan dukungan Kementerian Kehutanan dan ITTO sudah melaksanakan identifikasi produk unggulan di 15 desa. Artinya sudah terdapat beberapa produk unggulan yang dapat dikembangkan. Lanjut Hasan. 

FKKM Wilayah Riau memandang keberadaan kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSKBB) ini patut menjadi perhatian semua pihak. Terdapat tiga alas an, yaitu karena statusnya yang merupakan kawasan hutan dengan status Suaka Margasatwa, sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO dan beririsan dengan konsesi salah satu perusahaan pemegang izin pengelola kawasan hutan. Selain itu berdasarkan informasi dari lapangan, kawasan ini juga sudah menjadi perhatian Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Tutup Hasan

Aceh Dilanda Bencana, 13 Ribu Jiwa Mengungsi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Headlinesia

01

KPK OTT Dinas PUPR Riau, Gubernur Abdul Wahid Dimintai Keterangan, Bukan Ditangkap!

02

Tenaga Ahli Gubernur Riau Beberkan Kejanggalan OTT KPK

03

OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

04

Gubernur Riau Abdul Wahid Justru Jadi Saksi Kunci Lapor Suap Rp250 Juta

05

OTT di Dinas PUPR-PKPP Riau, Alumni UIN Suska Bentuk TPF

06

Ancaman Serius PT PP Terhadap Dunia Pendidikan, Mahasiswa Unri Praktikum Menggunakan Drone di curigai dan di larang oleh Pihak PT PP

07

Mengurai Kewenangan Plh Gubernur Riau di Tengah Kontroversi Mutasi Jabatan

08

Keadilan di Tengah Badai Kekuasaan Menguji Integritas KPK di Bumi Lancang Kuning

New Headline










×
×