HEADLINESIA.com, JAKARTA, 12 AGUSTUS 2025 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggenjot efisiensi operasi udara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Langkah krusial ini diambil menyusul biaya operasional pesawat modifikasi cuaca (OMC) yang mencapai Rp300 juta hanya untuk satu menit penerbangan.
Kepala BNPB, Suharyanto, menekankan strategi penghematan anggaran ini vital demi mengoptimalkan setiap misi. “Kalau dihitung, satu menit penerbangan (OMC) bisa menghabiskan Rp300 juta. Jadi, kami harus cermat memilih waktu dan lokasi penerbangan,” tegas Suharyanto, seperti dilansir Antara, Selasa (12/8/2025).
Efisiensi diwujudkan dengan menggabungkan operasi modifikasi cuaca dan water bombing menggunakan helikopter atau pesawat berkapasitas lebih kecil, terutama saat titik api masih terbatas. Secara paralel, tim gabungan darat—beranggotakan TNI/Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), dan tim perusahaan pemegang izin konsesi—digerakkan untuk segera memadamkan titik api skala kecil sebelum meluas.
Fleksibilitas armada menjadi kunci. BNPB menyiagakan lebih dari 10 unit pesawat dan helikopter. Operasi OMC di Jambi dihentikan sementara karena tak ada titik api dalam sepekan. Helikopter pun dialihkan ke wilayah seperti Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat yang lebih membutuhkan, guna mengantisipasi potensi kebakaran baru. Sementara itu, satu pesawat OMC di Riau telah mencatat 139 jam 17 menit terbang sejak awal Mei.
Suharyanto menegaskan efisiensi bukan berarti menurunkan kesiapsiagaan, melainkan strategi menjaga keberlanjutan operasi di semua wilayah prioritas tanpa membebani anggaran. Kecepatan pergerakan armada udara menjadi pendukung utama; pesawat dan helikopter dapat dipindahkan ke lokasi baru yang membutuhkan dalam waktu kurang dari satu hari, berdasarkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Prinsipnya, kami ingin cepat, tepat, dan hemat. Dengan pendekatan ini, kami memastikan operasi udara tetap efektif sekaligus memberikan ruang bagi penguatan pasukan darat dan patroli pencegahan di tingkat desa,” pungkas Suharyanto.
BNPB menjalankan strategi operasi gabungan udara-darat yang cermat dan fleksibel untuk menekan karhutla di enam provinsi prioritas, dengan memprioritaskan efisiensi anggaran operasional udara—terutama mengingat biaya OMC yang sangat tinggi—tanpa mengorbankan efektivitas penanggulangan bencana.
Comment