SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekbis
Home / Ekbis / Gubernur Riau: Sektor Ekstraktif Menuju Industri Bernilai Tambah Jadi Kunci Utama

Gubernur Riau: Sektor Ekstraktif Menuju Industri Bernilai Tambah Jadi Kunci Utama

HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 10 AGUSTUS 2025 – Perekonomian Riau diproyeksikan terus melesat didorong kekuatan sektor hilir, investasi strategis, dan potensi energi terbarukan! Gubernur Abdul Wahid mengungkap optimisme tinggi pada Riau Economic Forum 2025, menyusun capaian pertumbuhan 4,59% (yoy) di triwulan II-2025 dan PDRB Rp114,15 triliun. Dengan MoU investasi Rp15 triliun untuk pabrik gula dan kerja sama ekspor energi ke Singapura, Riau siap jadi episentrum baru pertumbuhan Sumatra.

Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan keyakinannya bahwa perekonomian provinsi itu akan terus tumbuh positif. “Transformasi struktur ekonomi dari sektor ekstraktif menuju industri bernilai tambah jadi kunci utama,” ujarnya dalam Riau Economic Forum 2025 yang digelar Bank Indonesia, Jumat (8/8/2025). Dukungan datang dari industri pengolahan, pertanian, dan jasa yang mendorong PDRB Riau tembus Rp114,15 triliun pada triwulan II-2025.

Di sektor energi, Wahid menyoroti peluang peningkatan lifting minyak nasional hingga 1 juta barel/hari melalui pengeboran nonkonvensional (MNK). Dua sumur MNK di Kelok dan Gulamo sedang dieksplorasi. “Saya telah koordinasi dengan Menteri ESDM, SKK Migas, dan Menko Perekonomian. Jika didukung penuh, Riau kembali jadi penopang energi nasional,” tegasnya.

Tak hanya migas, Riau juga menarik minat investor global. Nota kesepahaman (MoU) investasi senilai Rp15 triliun (US$1 miliar) untuk perkebunan tebu dan pabrik gula di Rokan Hulu akan segera ditandatangani. Di sektor energi terbarukan, banyak investor berkomitmen menanamkan modal, meski masih menunggu penyederhanaan regulasi.

Dari sisi konektivitas, proyek tol Jambi-Pekanbaru, Pekanbaru-Sumut, dan Pekanbaru-Padang dipercepat. Wahid menekankan, lokasi strategis Riau di jantung Sumatra dan jalur Selat Malaka akan memperkuat posisinya sebagai motor ekspor nasional. BKPM menargetkan realisasi investasi Rp95,6 triliun di Riau tahun ini.

Rumah Aset MPR RI di Depan DPRD Jabar Dibakar Massa

Namun, Gubernur menyoroti ketimpangan fiskal. “Tahun lalu, Riau menyumbang Rp1.112 triliun ke PDB nasional, tapi dana kembali ke provinsi kurang dari 3%,” ungkapnya. Ia mendorong skema bagi hasil berbasis teknologi dan volume produksi. “Jika dapat 10% saja, Riau akan bangun infrastruktur lebih masif.”

Dengan penguatan industri hilir, percepatan investasi, dan pembenahan infrastruktur, Abdul Wahid yakin Riau akan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam lima tahun ke depan. Kolaborasi sektor migas inovatif, energi terbarukan, dan konektivitas tol menjadi pilar transformasi menuju ekonomi bernilai tambah tinggi.

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement