SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Kebijakan
Home / Kebijakan / Prabowo Ditantang Tentukan Nasib Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Prabowo Ditantang Tentukan Nasib Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Ketua MPR RI 2024-2029 sekaligus Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Dok TV Parlemen
Ketua MPR RI 2024-2029 sekaligus Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Dok TV Parlemen

Gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto, kini sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Ketua MPR Ahmad Muzani menyerahkan keputusan akhir ini kepada pemimpin negara, meski mengklaim lembaganya telah menyatakan Soeharto ‘clear’ atau bersih dari segi prosedur. Namun, usulan ini menuai bantahan keras dari PDI-P yang menilai pengusungan nama Soeharto hanya memicu kontroversi dibandingkan mengedepankan nama-nama lain yang lebih layak.


HEADLINESIA.com, JAKARTA, 26 OKTOBER 2025 – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani secara resmi menyerahkan keputusan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Alm. Presiden Soeharto kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan mandat ini menempatkan Prabowo sebagai pemegang kunci dalam menentukan arah kebijakan penghargaan tertinggi negara tersebut.

Saya kira tunggu bagaimana keputusan Presiden untuk memberi gelar pahlawan nasional kepada tokoh yang dipilih,” ujar Muzani dalam wawancara dengan Kompas TV, Sabtu (25/10/2025).

Politikus Gerindra ini menegaskan bahwa seharusnya pemberian gelar untuk mendiang Soeharto tidak perlu lagi menjadi polemik berlarut. Dia mengklaim MPR pada periode sebelumnya telah menyatakan bahwa Soeharto ‘clear’ dan memenuhi semua proses yang ditetapkan dalam Ketetapan (TAP) MPR.

Di sisi lain, bara penolakan justru datang dari internal koalisi pemerintah. Politisi PDI-P Guntur Romli menyuarakan keheranannya atas desakan mengusung nama Soeharto. Padahal, menurutnya, terdapat sekitar 40 nama calon pahlawan nasional yang telah diusulkan untuk tahun ini.

KPK Bongkar Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

Pertanyaannya, kalau sudah ada banyak nama yang lain, kenapa nama Presiden Soeharto tetap dipaksakan diusulkan?” tanya Guntur dengan nada kritis, Jumat (24/10/2025). “Padahal kan kita tahu itu hanya bikin kontroversi, bikin perdebatan di masyarakat.

Guntur lantas mengajukan sejumlah nama yang dianggapnya lebih layak dan minim gesekan, seperti Kiai Bisri Syansuri. Ia menilai dari segi senioritas dan ketokohan, Kiai Bisri bahkan lebih senior dari Gus Dur. Selain itu, nama Kiai Mahrus Aly dari Lirboyo juga disebut sebagai figur yang lebih ‘sepuh’ (senior).

Pro kontra pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto kembali memanas dan menyiratkan dinamika politik di internal pemerintahan. Keputusan akhir Presiden Prabowo kelak tidak hanya bermakna historis, tetapi juga menjadi ujian bagi kesolidan koalisi yang mendukungnya. Masyarakat kini menanti, apakah Prabowo akan mengikuti ‘lampu hijau’ dari MPR atau mempertimbangkan suara kritis dari mitra koalisi.

Janji SF. Hariyanto Tak Kunjung Ditepati

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Headlinesia

01

Pengungkapan Sumpah Bertandatangan Gubernur Riau (Berhalangan Sementara) Abdul Wahid

02

Bagaimana Kami Memandang Sumpah Gubernur Riau (Berhalangan Sementara) Abdul Wahid

03

Sidak ASN di Depan Kamera, Tumpukan Dollar di Balik Pintu Rumah Dinas PLT Gubernur

04

Spanduk Misterius di Sudirman Sindir “Kepinding Besar” Korupsi Riau: Gedung RSUD & Jembatan Siak 3 Jadi Sorotan

05

OTT KPK RI terhadap Abdul Wahid, Melanggar KUHAP

06

Produksi Cabai Rawit Indonesia Capai 1,56 Juta Ton di 2024, Jawa Timur Terbesar!

07

MA Kukuhkan Pembatalan Merek Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia

08

Jelajahi Kuliner Ayam Khas Indonesia, Cita Rasa Otentik dari Sabang hingga Merauke

New Headline










× Advertisement
× Advertisement